Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Tuesday, February 22, 2011

Hitam Putih Cinta


Hati
hentikan tangis sepimu
kerana aku tak bisa lagi merayu
jalan terus dalam hidup
kerana aku tak akan kembali pada kelabu
jadi terus di jalanmu
dan biar aku di lorong itu
kembali mencari hidup
membersih segala luka
jadi ku harap hati faham erti kata

Hati tahu apa hitam cinta
dan hati juga telah tahu apa putih cinta
jadi hati jangan tunggu
jangan terus dalam kelabu

Friday, June 11, 2010

Saraf Cinta


Hati
mungkin kau telah keras diulir masa
menjadi batu
diam
walau pukulan ombak dan taufan
memberi sakit dan pedih

Hati
apa mungkin
kau telah tiada saraf cinta
merasa sakit
ketika cinta terluka
merasa pedih
dihiris kata


Apa mungkin
kerna luka dulu berkeping
membenam hati
hilang
saraf cinta

Dan apa mungkin
kerna bernanah luka dulu
menghapus
saraf cinta

Taufan pasir
bawalah hati pergi ke sana
tempat cahaya bermandi
agar sembuh
saraf cinta


Friday, December 4, 2009

Kurung Hati


Putus hati dari gantungan
mengurung senyum yang semakin pudar
patahkan semua dahan rindu
hilang jauh ke dasar benci
pergi
pergi jauh dari sisi
biarkan saja
disini sendiri
meratap dan membunuh kasih
pergi
dan biarkan
hati berdarah
sampai kering
sampai hitam semua hati

Tuesday, October 20, 2009

Rasa Hati



Hati merasa
tak semudah lidah yang merasa pahit
hati yang merasa
tak seperti kulit yang merasa sakit
hati merasa
tanpa ada jelasnya hitam putih
hati yang merasa
takkan ada pagar halangannya

Patutkah benci hati merasa
bila di dahan lain rindu berpaut
penatkah jiwa bila selalu hati merasa
lelah menjaga mengubat jiwa


Bila sudah tiada pagar halangnya
untuk hati terus merasa
tinggal sembunyi jalan keluar
melontar pahit dan sakit kebenaran
sampai bila
hati akan merasa
selagi cinta masih lekat di jiwa
sampai bila lekat cinta di jiwa
sehingga hati ditinggalkan kasih
biar ditelan pahit dan sakit
namun takkan mengejar indah angan-angan
biar hitam gelap kebenaran
takkan berlindung di bawah pendustaan
bulan terangkanlah hujan malam
biar rasa hati
terus berjalan


...

Tuesday, June 23, 2009

Layar Baru...


Layar cinta
pernah rosak di gelora jiwa
terus berlayar ke muara kasih
mencari arus sungai cinta
dua restu bertemu jiwa
kini pulang bersama layar baru
tegar terus berlayar
walau kadang kala terlanggar batu kata
yang selalu mengejar cinta


Kini layar terus di laut jiwa
menanti daratan rindu yang mula muncul di mata
dan hati terus takut
hilang cinta tika berlabuh
di daratan rindu
harap kekal sebagai rindu
tidak lagi ada api membakar layarku
tidak hilang berganti pilu


Layar cinta
kekallah berlayar di lautan jiwa
membawa restu dan putih kasih
selalu rindu
selamanya cinta

...

Saturday, June 20, 2009

Kala Hujan...


Titis air menyambut pagi
bersama dingin
bersama angin yang lembut berbisik
tiada kedengaran apa
bunyi kosong melantun jiwa
robos masuk ke hati
terus sunyi
terus sepi

Kaku sendiri tubuh di dalam kamar
kosong
kosongnya hidup tanpa cinta
menggamit rasa yang hancur
pergi
berlalulah rindu
bersama bayu
dan hapuslah sakit
bersama air yang lalu
juga gugurlah gusar
bersama daun yang layu


Senyumlah hati
suburlah jiwa
hijaukanlah kembali hidup
agar tenang
sisa-sisa hayat
agar tenang
terus tumbuh di ranting hari
mencapai langit

Senyumlah hati
agar bisa senyum semua hati...


...

Monday, June 15, 2009

Pergi


Apa guna mengenang cinta yang mati
jika ia terus memukul hati
bila ia terus menabur duri
di dalam hati yang membisik kasih

Duri cinta yang mengguris lembutnya hati
kini mula menjadi keras
tak ingin lagi terluka
dari racun kasih yang membunuh hati
kini hati mula memagari segala rindu
agar hilang semua gusar
agar pergi semua pedih

Kini hati cuba rela
atas perginya cinta
kerna cinta telah tiada rela
menolak hati jauh ke dasar hidup
lemas
sendiri


Kini hati mula berenang keluar
dari laut cinta yang telah hitam
mencari cahaya
tetap rela
di atas perginya cinta
walau ada saat yang terlewati
saat rindu menikam hati

Biar terus keras hati yang luka
relakan cinta bahagia
bersama angin yang lalu


...

Thursday, June 11, 2009

Bunga...


Pohon cinta,
teguh memegang bunga,
setia berdiri,
hingga mekar merah warna,
hingga harum,
bayu membisik,
tapi seketika hanya,
kau jatuh bersama harumnya bayu,
sejenak singgah mencalar hati,
pergi,
pergi tanpa suara,
diam,
meninggalkan pedihnya calar,
membongkar segala luka...

Menunggu lewat masa,
menunggu hadirnya kembali bunga yang mekar,
tapi bayu membawa jauh,
hilang...

...

Tuesday, May 26, 2009

Duri Cinta


Pedihnya hati
menanti cinta sepi
cinta yang terus diam
jauh melarikan diri
enggan dikejar
enggan dicari

Dingin bayu pagi
tak mengendahkan gusar hati
dan ombak pantai terus memukul hati yang luka
tapi hati terus mencari cinta
namun diam hanya
cinta duri
yang kini mula menikam
saat tiba hati menemui cinta

Kenapa menambah duri di dalam cinta
bila duri hanya menikam hati
kenapa keraskan hati yang lembut
tika hati cuba membelai kasih

...

Sunday, April 19, 2009

Siksa hati


Kenapa mesti ada duka
yang datang tika jalan indah terbuka
dan kenapa harus pergi jiwa
bila hati mudah terluka
menghiris hati yang memendam rasa
membuka semula parut lama

Mampukah hati sembuh semula
bila kasih membiar kata
tika kasih melempar nista
tiadakah ia mengerti
siksa hati
yang kini menikam diri

Hati
hanya bisa diam
hanya mampu pendam
dalam kata
yang tiada terdengar oleh kasih
dan mati
mati yang dirasa
tanpa ada kata
dan tiadakah kasih mengerti
siksa hati
yang kini menikam diri



...

Wednesday, April 8, 2009

Kunci Hati...


Damai hati
tika hadir putihnya kasih
yang membelai indah segenap jiwa
mencipta bulan di langit malam

Tika berputik kata pelangi
mekar bunga di dalam hati
terukir senyuman di daun rindu
yang menanti indah di pintu cinta

Kunci hati sudah terbuka
dan jalan esok semakin terang
dihujan sinar
lembut
dan pucuk baru mula keluar
membawa cinta
menuju indahnya awan

...

Tuesday, April 7, 2009

Merah, putih & cinta...



Harum kasih
walau jauh
walau tak nampak di hitam mata
dan selalu bisu tak berkata
setia
menghembus kata-kata rindu
yang menjadi tempat untuk bergantung
saat hati tidak lagi dipeluk daya
merah cinta
tetap setia memanjat doa
walau tajam pisau di jiwa
tetap kuat menahan cinta

Pulang
pulangnya membawa satu jawapan
membawa putihnya satu cinta
suci
yang kini menguatkan lemahnya hati
dan terus membisik puisi cinta
kembali mengarusi sungai kasih
meniup lembut bayu rindu
dan kini hati
ingin bersama memeluk cinta
ingin bersama memegang indah~




...

Monday, April 6, 2009

Penantian..


Geser daun
kering menyembah bumi
alun ranting
masih lagi bertahan memegang dahan
masih lagi gagah berlawan
dingin
bayu pagi yang meniup embun
terus tenang
juga kicau burung
yang mula menyanyi lagu cinta
dan aku hanya diam
menanti sesuatu yang suatu masa dulu hilang
menunggu ia kembali
kembali
membasahi hati yang telah kering
mewarna hati yang semakin pudar
memeluk erat jiwa
yang kian lemah
melewati setiap saat
dan aku masih menanti
saat aku kembali kuat
untuk terus melangkah
bersama~


...

Tali hidup...



Hilang
kenapa tiba-tiba hilang
mengapa semakin pudar di mata
apa sebab aku yang semakin jauh
atau ia benar-benar menghilang
hilang
hilang dibalik awan mendung
yang seakan-akan tidak mahu tunduk
pergi awan
pergilah mendung
kerna aku tak mahu ia hilang
kerna tali hidupku masih tergantung padanya
dan jangan kau hadir lagi di depannya
agar tiada lagi lemas
dengan kehadiranmu
pergi
biar aku bertemu semula jalan
jalan untuk esok
jalan yang akan menemukanku dengannya




...

Sunday, April 5, 2009

Hujan derita...



Terus berjalan
sendiri di bawah duri
mencari dan terus mencari
mana
hanya hujan
dan aku terus berjalan
walau gelap
walau sakit


Genggam tanganku
dan rasakan jiwa derita
yang meronta untuk cahaya
menyiksa langkahku
dan aku terus berjalan
mengharap kau terus memegang tanganku
sampai nanti
berakhir derita
dan sampai nanti
bertemu cahaya


....

Monday, March 30, 2009

Tika hujan...


Sunyi,
tika hujan sedang menghentikan semua,
suara-suara mulai hilang,
diam,
melukis sepi di dalam lorong perjalanan,
kedengaran lagu-lagu sepi,
rintik air yang setia menemani,
bersama dingin bayu yang sentiasa di sisi...


Inginkah cinta layu di jendela,
yang menanti matahari datang menyinar,
lalu terus pudar,
diatas janji yang kian terurai,
menghanyut warna lukisan hidup,
jatuh,
ditiup angin,
yang dulu membelai indah,
dan kini membawa resah,
hancur,
dimamah waktu...


Hentikanlah hati,
hentikan hujan ini,
biar datang mentari,
meniti indah pelangi,
kan bisa tenang lautan hati,
melayar kasih,
mencipta warna,
menebar rindu,
agar kukuh jambatan cinta...


Wahai mentari yang menyinari pagi,
layarkanlah kembali kapal cinta,
agar bisa berkicau kembali,
burung riang yang menghias awan,
ingin sekali hati bertemu pagi,
yang kini selalu saja bersama mendung...




Bertahanlah cinta,
agar kekal bersama pagi,
agar bisa menelan derita,
dan menghilang semua luka,
bersamalah kembali menyusur jalan yang panjang,
terus ke depan,
tidak lagi menoleh,
belakang,
saat waktu yang hitam...


Sudikah kembali,
cerah pagi,
menemani hati yang kini selalu terluka,
menghidupkan kembali layunya bunga,
menghilangkan sepi di jalan cinta,
kerna hati tak bisa lagi sendiri,
meredah lorong berduri,
berjalan sendiri mengharung tewas,
hilang,
ku mahu hilang semua rasa,
yang meniup kencang,
biar tenang,
jalan cinta,
bila hati merindui sinar pagi...


Wednesday, March 25, 2009

Tolong Hati..


Kenapa hadir dalam hari,
jika hancur yang bersama,
mengapa lahir di saat gembira,
melarikan tenang hati,
dan melayarkan resah berganti sedih,
indah tidak selalu indah,
indah kadangnya menyakitkan,
pergi,
jangan kau menghiris lagi luka,
tolong pergi,
tinggalkanlah hati,
biar hati tenang bersama cinta,
ku nanti kasih,
membawa tenang dari sana,
membawa bayu doa yang selalu membelai,
memberi jawapan peritnya penantian,
membuang siksa jiwa yang derita


tolong hati,
aku menanti,
menunggu takdir,
lewati waktu,
bersama luka,
mengharap sembuhnya hati,
rayu aku untuk melihat indah,
melihat wajah cinta,
agar hati kembali indah...

Tuesday, March 10, 2009

Tika Sinar Akan Pergi...



Dustakah indah semalam?
bila semuanya mengalir sinar,
mengukir senyum di dalam hati,
dan pelangi harapan mewarna di langit,
tiba-tiba gelap,
walau sudah habis malam,
tanpa cerah pagi,
yang menjemput hari...

Kenapa sakit kata yang menikam,
tiba-tiba hadir,
kenapa harus mengundur,
awan putih,
yang kini menghitam sendiri,
kenapa sinar pergi,
bila mekar bunga baru saja bermula...



Dan tika sinar akan pergi,
diri bagai keringnya daun,
yang gugur,
hanya mengharap bayu rindu yang membisik,
dan tanpa bayu itu,
jatuh,
tanpa bisa membuat apa,
diam,
hanya menanti hancur,
menunggu saat musnah,
melewati waktu yang sepi...

Tika pandangan mata semakin pudar,
hati mulai takut,
kerna bila sinar akan pergi,
takkan ada lagi cinta,
dan tercipta dinding yang mengurung kasih,
gelap,
gugur bintang-bintang tawa di langit,
memukul lukanya hati...


Takut,
takutnya hati menunggu,
saat hijau rumput menghitam,
saat jernih air berhenti mengalir,
waktu datang mendungnya awan,
waktu berhenti dinginnya bayu rindu,
tika tak dapat pertahankan cinta,
bila hilang semuanya,
padam...

Tenggelam,
menjauh semua harapan,
bila hati terpaksa melepaskan indah,
indah yang baru menyinar,
memekar bunga merah,
inikah jawapannya,
bagi semua perjalanan,
dan mungkinkah ada jalan lain,
yang bisa hati lalui,
tanpa pergi sinar,
tanpa menghilang semua indah...

Sakit,
tika dingin bayu kini menghiris luka,
dan indah cinta bertukar duka,
mampukah hati bertahan,
mengarusi semua kehilangan...



Sanggupkah pergi indah,
dari hati yang mengharap kasih,
dan kemana langkah untuk dituju,
bila tiada cinta,
dan tika sinar telah pergi,
lihatlah hancur hati,
dan menghilanglah ukir senyuman,
jadi jangan pergi,
jangan pergi,
dari hati,
kekallah bersama,
agar tercipta kembali indah...

Monday, March 9, 2009

Layar Cinta...

Kelam,

terkepung di dalam layar,

layar percaturan,

merindui hangat belaian,

masih adakah ruang kembali,

mengemudi ke pangkalan cinta,

atau meneruskan layar bahtera,

bahtera yang tak bernakhoda…

Biru laut yang tak pernah kering,

mengalir kasih dan rindu,

tak akan kering,

takkan habis dimamah waktu…


Layar cinta,

dihembus bayu rindu,

menunggu jawapan kasih,

menanti sudi si pagi indah,

hilanglah kelam,

kembalilah pagi,

biarkan cinta mengalir,

belai rindu menjadi bayu,

membawa kasih,

kekal kita di layar cinta…


Hati...


Hati,

Ingin kau tenang tanpa getar,

Selalu merah tanpa hitam,

Sinar jangan semakin pudar…

Hati,

Mengapa ada duka semalam,

Bila indah menunggu sampai,

Kenapa datang soalan dusta,

Kalau benar diatas terang,

Dan apa punca menutup jalan,

Mengurung insan didalam gelap…

Hati,

Tidak pernah ada wajah dusta,

Tak akan ada suara nista,

Biar sakit,

Terhiris luka,

Tetap hati di dalam raga…

Hati,

Usah dicari jalan pergi,

Jangan diputus arus yang lalu,

Biar terus,

Biar tulus,

Membawa iring indah yang hadir,

Ke hujung waktu tetap kita…